Tentang Undangan (Jilid 2)

Akhirnya sehari sebelum waktu yang dijanjikan, undangan yang dipesan sudah selesai, begitu kata bapak percetakannya melalui telpon ke ipul. Jadi kita udah boleh ngambil ke sana. Wah, jadi deg-degan. Mengenai undangan ini emang bikin agak cemas gitu memikirkan hasilnya. Yang saya takutkan misalnya kertasnya gak sesuai keinginan atau ngelipatnya gak presisi atau warna taunya beda sesudah memakai cetakan punya dia, hal-hal seperti itulah pokoknya yang membuat kepikiran. Tapi akhirnya saya bisa merasa lega setelah melihat hasilnya. Cukup sesuai harapan saya.

Waktu itu janjian sama ipul buat ke percetakan bareng padahal hari kerja dan muacet buangeeet. Tapi saya memang mengharapkan ipul datang sih, karna urusan desain dan pemesanannya kan sebagian besar dia yang handle jadi kalau ada apa-apa dia aja yang galakin orang percetakannya #halah #icitOrangnyaCemen.

Tokonya sih kecil aja gak sebesar PrimaGraphia sebelahnya, ada beberapa mesin cetak di tempat percetakan itu, mesin cetak yang muter itu loh. tapi saya liat kerjaannya cukup banyak. Sempat ngintip ada cetakan punya orang Kementrian Perhubungannya juga di sana.
toko

Saya bisik-bisik sama ipul menanyakan mana bapak yang ketemu dia waktu lagi nyari percetakan itu. Oooo ini tohhh orangnya...
dalam

Ini dia penampakan undangannya, huraaaay. Bagus kan? Udah dilipat dan dilem pada bagian yang perlu dilem. Nanti saya tinggal masuk-masukin bagian dalam undangannya. Plastik pembungkus juga udah sekalian dibeliin. Tinggal beli kertas label kalau mau pakai kertas label.
depan belakang

Bapaknya juga baik, menawarkan untuk nganterin ke kos sesudah nunggu becak-motor gak lewat-lewat. Suwun pak, aku padamuuuh :*

Sekarang sebagian undangan udah sampai ke rumah, nanti sisanya akan dikirim lewat pos atau bawa sendiri pas saya pulang.

Mudah-mudahan undangan ini bisa sampai ke tangan teman-teman semua, ya :D